Sejarah Penyalinan Mushaf Al Quran di Indonesia

- Publisher

Senin, 29 Juni 2020 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: iStock/Sejarah Penyalinan Mushaf Al Quran di Indonesia/Detiknews

i

Foto: iStock/Sejarah Penyalinan Mushaf Al Quran di Indonesia/Detiknews

KALBARSATU.ID – Melalui akun YouTube Lajnah Kemenag, Kementerian Agama menceritakan sejarah pencetakan mushaf Al Quran di Indonesia.

Sejarah ini hasil rangkuman dari penelitian Tim Peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kemenag.

“Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan manuskrip Al Quran. Penyalinannya terbentang sepanjang kepulauan Indonesia dari Aceh hingga Maluku. Penyalinan berlangsung sejak abad ke-17 hingga akhir abad ke-19. Penulisan manuskrip kemudian berakhir saat itu,” demikian dijelaskan dalam akun YouTube tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasan selanjutnya dikatakan, pada akhir abad 19 beredar sejumlah mushaf dari luar negeri.

Mushaf tersebut antara lain berasal dari Bombay di India, Singapura, Turki, dan Mesir.

Mushaf yang paling banyak beredar adalah yang berasal dari India dan Singapura.

Cetakan India bisa dijumpai di beberapa daerah misal Palembang, Demak, Madura, Bima, Malaysia, dan Filipina.

Sedangkan mushaf Singapura dapat dilihat di Palembang, Jakarta, Cirebon, Surakarta, Bali, Palu, dan Maluku.

Di awal abad 20 mulai muncul generasi percetakan modern mushaf Al Quran.

Mushaf yang diterbitkan ternyata semuanya menggunakan yang berasal dari Bombay, India.

Mushaf tersebut ditahsin para ulama yang memang kompeten di bidangnya yaitu KH Muhammad Usman, KH Ahmad Badawi, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, dan Haji Abdul Malik.

“Praktis muslim Indonesia pada awal abad 20 hingga pertengahan banyak menggunakan mushaf model Bombay, India. Karena itulah mukernas ulama Al Quran menjadikan mushaf cetakan tahun 1960an sebagai sandaran merumuskan mushaf standar Indonesia,” jelas Lajnah Kemenag.

Mushaf asal Bombay India memiliki karakter yang khas. Karakter tersebut adalah khat yang tebal, syakl, dan dhabt yang berbeda dari mushaf Saudi.

Ciri lain adalah tanda wakaf yang lebih banyak ketimbang mushaf Saudi.

Khat adalah seni menulis sedangkan syakl dan dhabt adalah ilmu terkait tanda baca atau harakat dalam Al Quran. Artikel ini dilansir dari detiknews.

Follow WhatsApp Channel kalbarsatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Ramadhan, Polda Kalbar Berbagi Dengan Guru Ngaji dan Masyarakat
LINK NONTON GRATIS MotoGP Thailand 2025 Trans7 Hari Ini: Cara Live Streaming di HP
Link Nonton Streaming Gratis MotoGP Thailand Minggu 2 Maret 2025, Live Trans7 Sore Ini
Amalan dan Doa Minta Jodoh Di Bulan Ramadhan: Lakukan Dengan Istiqomah
Cara Mendapatkan Uang di Bulan Ramadhan, Jualan Takjil Hingga Bisnis Online
Rekomendasi Menu Buat Buka Puasa Enak Yang Viral di Sosmed
Hasil Kualifikasi MotoGP Thailand Sabtu 1 Maret 2025: Marc Marquez Tercepat
Kalbar Masuk Tanggal 24-25 Diperkirakan Hujan, Berikut Rincian BMKG

Berita Terkait

Senin, 10 Maret 2025 - 20:56 WIB

Momentum Ramadhan, Polda Kalbar Berbagi Dengan Guru Ngaji dan Masyarakat

Minggu, 2 Maret 2025 - 14:08 WIB

LINK NONTON GRATIS MotoGP Thailand 2025 Trans7 Hari Ini: Cara Live Streaming di HP

Minggu, 2 Maret 2025 - 12:33 WIB

Link Nonton Streaming Gratis MotoGP Thailand Minggu 2 Maret 2025, Live Trans7 Sore Ini

Sabtu, 1 Maret 2025 - 22:23 WIB

Amalan dan Doa Minta Jodoh Di Bulan Ramadhan: Lakukan Dengan Istiqomah

Sabtu, 1 Maret 2025 - 13:39 WIB

Cara Mendapatkan Uang di Bulan Ramadhan, Jualan Takjil Hingga Bisnis Online

Berita Terbaru

Penentuan Awal Syawal, Hilal Tak Terlihat di Sungai Kakap. Foto/Istimewa.

Daerah

Penentuan Awal Syawal, Hilal Tak Terlihat di Sungai Kakap

Minggu, 30 Mar 2025 - 21:50 WIB